Ruangan itu serasa panas, berkali-kali Ranum mondar mandir di depan meja makan tempat dia meletakan belanjaannya tadi. bahkan barang belanjaannya pun belum tersentuh sama sekali. syukurnya, Rara sudah tertidur pulas di kamar. Namun, Ranum belum tenang terkait apa yang dilihatnya tadi di mall. “Kamu sama siapa tadi di mall? Ehm...enggak,enggak....tadi, aku ke mall buat belanja bulanan tapi....arrrgghhh....” kesal sekali, rasanya sulit untuk mencerna isi hati dan pikirannya. Bagaimana tidak, pemandangan yang dilihatnya di mall bukanlah hal yang mudah untuk dicerna. Ranum melihat suaminya, Rama. Jalan dengan perempuan yang tidak dikenalnya di mall tadi? Bayangkan saja, bagaimana rasanya. Sejujurnya ingin sekali Ranum menelfon Rama dan minta penjelasan, tapi dia yakin amarahnya pasti a

