Bian memperhatikan Shei dan Alden yang tampak begitu bahagia dengan kehadiran anak mereka. Hatinya menghangat seketika saat menyadari tanggung jawabnya sebagai sahabat telah selesai. Karena kini Shei jauh tampak begitu bahagia dengan keluarga barunya. Ia sangat ikhlas jika pada akhirnya hanya hatinya yang tertinggal jauh, bahkan tanpa pernah Shei lirik sedikit pun. Pria berkemeja denim itu berjalan disekitar koridor rumah sakit, berniat membeli makanan. Ia merasakan perih bukan hanya diperutnya tapi juga sekujur lengannya. Jelas saja karena Shei mencakari dan menarik tangannya habis-habisan. Padahal wanita itu butuh tenaga besar untuk melahirkan tapi menyiksanya pun dia masih bisa. Alden? Jangan tanya, habis rambutnya dijambak istrinya sendiri. Mungkin nanti dia akan berpikir akan menund
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


