Setelah makan siang, Shei kembali ke apartemennya. Tubuhnya terasa lemas padahal di restoran tadi ia makan nasi, friedchicken dan fish burger tidak lupa segelas matcha lemon yang segar. Entah kenapa sekarang perutnya malah terasa mual dan lemas. Akhirnya ia menyandarkan punggungnya ke sofa setelah sebelumnya membalas pesan dari Alden yang menanyakan keberadaannya, akhir-akhir ini mereka memang sering berkirim pesan, walau tidak tiap waktu. Seperti biasa, Shei memang selalu jujur dari awal apalagi tentang Bian dan Alden tidak pernah mempermasalahkannya walau kadang pria itu menatap tidak suka pada sahabatnya. Entah mungkin karena kesan awal pertemuan mereka berdua tidak begitu baik. Bian juga sudah kembali ke apartemennya, pria itu nampaknya sudah lebih dewasa. Atau karena memang ia adalah

