I'm Missing You

3335 Words

Pemuda itu berdiri di balkon kamarnya. Kedua tangannya terlihat memegang besi pembatas balkon dengan eratnya. Kelopak matanya mengerjap sayu dengan kepalanya merunduk dalam. Berulangkali ia menghela nafas panjang berusaha melepaskan beban beratnya. Ia menolehkan kepala saat mendengar deritan pintu kamarnya yang terbuka menampilkan sosok papanya di sana yang tersenyum menatapnya kini. "Besok sudah harus ujian, kamu bisakan buat ujian besok di rumah tanpa masalah?" Pemuda itu mengangguk lemah dengan tatapannya yang masih sendu. "Tinggal sedikit lagi, selangkah lagi kamu bisa sembuh ... tidak ada lagi penyesalan nantinya. Jadi, lakukan yang terbaik buat besok ya, biar kamu bisa daftar kuliah bersama teman-teman seangkatan kamu." Kata papanya masih berusaha menyemangati walau pemuda di balk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD