Pemuda jangkung itu berdiri bersandar pada dinding tembok dengan menghela napas samar sembari menggerakan tangannya yang memegang paper bag berisi makanan yang ia buat sendiri untuk kedua orang tua. Ia menipsikan bibir masih menunggu orang tuanya di depan rumah. Belum berani masuk ke dalam rumah tanpa seijin dua orang tuanya. Suara mobil mendekat membuat ia sontak mendekat dan tersenyum lebar menyambut papa dan mamanya yang baru saja turun dari mobilnya. "Lah, Yusuf?" Kaget mamanya sudah maju dan langsung memeluknya hangat. Begitu pun papanya yang sudah mengusap kepala anaknya lembut. "Kenapa gak langsung masuk ke dalam?" Katanya sang mama masih belum melepaskan dekapannya. "Gakpapa, sekalian nunggu mama sama papa." "Ya ampun, untung mama sama papa sudah selesai ibadahnya kalau enggak

