Harus Berani

1719 Words

Arseno tersentak kecil melihat putranya kembali pulang dengan raut kusut, melangkah gontai memasuki rumah dengan paper bag dalam genggaman yang tadi ia bawa bersamanya. "Kok balik lagi? Bukannya mau nginap di rumah sakit?" Adam menggeleng saja dengan berpamitan untuk masuk ke kamar, pemuda itu sekilas menyempatkan menaruh paper bag berisi makanan yang ia bawa tadi di atas meja. Lalu melangkah masuk ke kamarnya dengan berulang kali menghela napas gusar. Papanya yang masih berdiri memandanginya hanya mengkerutkan dahinya, tidak terlalu menanggapi. Mungkin saja, Adam kelelahan makanya balik lagi. Adam sudah merebahkan tubuhnya kasar di atas kasurnya, lengan kanannya menutupi kedua matanya dengan bibir tipisnya yang entah sudah keberapa kali menghela kasar. Dadanya naik-turun pertanda emosi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD