CHAPTER 32

1654 Words

Setelah pekerjaan paksaan itu usai, Oase langsung mengekori Hideo. Ia berdiri di pembatas meja kasir, menyandarkan dagunya di sana. Matanya terus menatap Hideo yang tengah menghitung uang dengan tak sabaran. “Jadi gimana?” tanyanya kemudian. Hideo kesal sendiri, kadang Oase tak sejinak biasanya jika ada maunya. Ia menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi, mengambil sebatang rokok dan secara refleks Oase mengambil pematik api di atas meja dan menyalakannya untuk Hideo. Maria dari pintu pembatas dapur melihat mereka dengan heran. “Sejak kapan Oase jadi anak buah Hideo?” tanyanya ke Wael. Maria tak akan heran jika tiba-tiba sana menemukan Oase memakai seragam mereka, berkeliaran jadi pelayan. Karena Oase sudah biasa dipaksa membantu, tapi kalau sampai begitu patuh sama Hideo itu jelas t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD