CHAPTER 27

1589 Words

“Aduh, duh... suka amat main k*******n!” keluh Oase. Segera meloloskan diri dari cubitan Yuri. Ia memeluk piring berisikan dagingnya, memberi isyarat agar Yuri memberinya kesempatan untuk menghabisnya lebih dulu sebelum ia diseret pulang untuk latihan. “Kalau kau lebih disiplin, aku tak akan marah,” balas Yuri. Masih dengan posisi yang sama, berdiri di depan Oase menunggu tak sabaran. Oase sudah membuang-buang waktu latihan yang berharga demi acara makan di pinggir jalan yang tak sehat. Sementara tadi pagi pemuda ini mengeluh soal jam work out, diet dan omong kosong lainnya. “Cobalah satu dan kau akan paham kebahagiaan kecil yang datang dari nikmatnya sepotong daging.” Oase mulai lagi. Ocehan romansa mengenai makanan yang tak penting. Yuri tak mau menerimanya. Ia memberi tatapan menganc

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD