"Maaf, Yah, aku menyela ucapan Ayah! sebenarnya kenapa Barly harus bekerja di kantor? aku masih bisa handle semuanya kok." "Ayah bukan tidak percaya padamu, hanya saja jika ada Barly di sana, Ayah merasa tenang." Meski tidak mengerti dengan maksud ayahnya, Zia hanya bisa menyetujuinya saja. Tiba-tiba muncul Tante Vera, ia membawa minuman dan beberapa kudapan yang dibuatnya sendiri. "Ah, Zia dan Zio anak kesayangan mamah sudah datang, ini ada resep baru, ayo silahkan di cicipi!" Dengan penuh antusias Vera mengambil beberapa potong kue yang diletakannya di atas piring kecil, menyerahkannya pada Zia dan Zio. "Barly ayo cicipi, jangan sungkan!" Barly hanya mengangguk seraya tangannya mengambil satu potong kue yang langsung habis dalam satu suapan. Ponsel William berdering, dengan mengang

