Kali ini Zio ikut ke kantor, kata William dia harus membantu Zia mengerjakan proyek kakaknya itu. Barly yang mengemudi mobilnya lebih banyak diam tidak biasanya, apalagi jawaban yang ia berikan pada Zia saat di rumah sepertinya sedikit memaksakan. "Kalian berdua lagi berantem ya?" celetuk Zio. "Enggak siapa yang berantem, emangnya kenapa?" tanya Zia balik. "Asisten kakak kali ini kebanyakan makan, apa gimana? dari tadi diem terus." "Aku baik-baik saja, hanya sedikit lelah aja kok Zio." Zio mengangguk, kali ini ia kembali fokus pada layar ponselnya tanpa ingin mengangguk Barly lagi. Ia yakin jika Barly sedang berperang dengan pikirannya sendiri. Setibanya di kantor, perasaan Zia semakin tidak karuan. Masih teringat jelas saat dirinya bertanya pada Barly tentang siapa yang menelponny

