"Jadi yang membocorkan desain kamu adalah Dea?" "Iya, aku minta maaf karena ceroboh." Zia berdiri dengan jarinya mengetuk-ngetuk meja kerjanya, "Kamu bukan sengaja 'kan?" "Maksud kamu, aku bersekongkol dengan dia begitu?" "Bisa jadi, karena melihat latar belakang kita bisa saja 'kan kamu ingin balas dendam padaku." Alfa tersenyum sinis, pantas saja jika mantan istrinya berfikir seperti itu karena semua ini berawal dari kesalahannya di masa lalu. "Aku akui aku melakukan kesalahan padamu, tapi untuk hal seperti itu tidak pernah terlintas dalam pikiranku." "Ah syukurlah kalau kamu tidak bersekongkol dengan dia, setidaknya kamu masih bisa diandalkan. Aku minta alamat wanitamu itu." "Aku akan mengirimnya nanti." Alfa kembali ke ruangannya dengan langkah gontai, entah kenapa masalah dal

