Zia melemparkan sebuah vas bunga besar dan serpihannya ia genggam dengan kuat, "Aku muak melihat kalian semua bertengkar seperti ini!" William melepaskan cengkraman tangan dibaju Barly, ia begitu panik melihat tingkah Zia yang di luar dugaannya. "Zia tenang, letakan serpihan itu. Ayah janji tidak akan bertengkar lagi lagi Barly, tapi ayah mohon lepaskan itu." William menjauhi sosok Barly, membiarkan pria itu bernafas dengan lega. Begitu juga dengan Zia yang melepaskan serpihan vas itu, ia berjalan menaiki tangga menuju kamarnya. Refleks Barly mengejar Zia, namun sayang di cegah oleh William. "Mas, biarlah Barly menemui Zia. Mereka harus bicara!" ucap Vera dengan nada sendu. "Sebelum kamu bertemu dengan Zia, kita harus bicara terlebih dahulu." William mengajak Barly ke ruang kerjanya,

