Saat ini pukul dua malam dengan mata yang masih mengantuk dhena mengetuk kamar pasien terakhirnya, waktunya memberikan antibiotik dan mengganti botol infus yang sudah habis. Tinggal satu pasien lagi, setelah itu dia ingin tidur dan bergantian jaga dengan Tama. "Klik.." dengan hati-hati Dhena membuka pintu ruang rawat. "Permisi, saya ingin akan menyuntikan antibiotik" aneh tak ada jawaban dari si pasien, mungkin sedang tidur lelap pikir Dhena dalam hati. Dengan hati-hati Dhena menyuntikan antibiotik pada selang infus pasien. Antibiotik sifatnya pekat biasanya pasien akan meringis saat obat injeksi itu dimasukan melalui selang infus ke pembuluh Vena mereka, tapi pasien ini tidak menunjukkan reaksi apapun. Dhena mulai mengecek tensi dan nadi pria tersebut, degup jantungnya berdetak lebi

