"Kamu harusnya marah, Syah. Apa yang Lala bilang itu udah keterlaluan. Kalau dia bilangnya cuma di depan kamu, mungkin nggak begitu jadi masalah. Tapi ... dia bilang kayak gitu di depan temen-temen sekelas. Lala, tuh, harus dikasih tahu, ditegur biar dia nggak kayak gitu terus. Aku tahu, Lala emang bukan cuma ke kamu doang sikap dan ucapannya yang kayak gitu, tapi tetep aja dia udah salah, Syah. Kamu nggak bisa biarin dia gitu aja, nanti makin jadi." Hawa melepaskan napas berat, wajahnya memerah karena kesal setelah melampiaskan apa yang ingin dikatakannya. Bukan hanya untuk membela Aisyah, tetapi Hawa sadar bahwa seseorang seperti Lala tidak bisa terus-menerus didiamkan. Selama ini tidak ada yang berani mengadu pada Maryam atau pun pengurus pondok yang lain. Selama ini, Lala hanya dibiar

