“Bim, kok lu belum dateng?” terlihat Biren kelabakan menyiapkan keperluan shooting sendiri sambil mengupingi gawai. “Mendadak gue gak enak badan. Lemes bro, dari kemaren gue Cuma ngeringkuk nih.” “Lu udah ke dokter belum?” Biren khawatirnya bukan Cuma persoalan Bimo sakit, tapi khawatir ia gak mampu menghandele kebutuhannya sendiri. Mana gak punya asisten pribadi lagi. “Udah, kemarin. Tapi keknya masih belum mendingan.” “Yaudah lu istirahat aja dulu, lu gak punya temen buat bantuin gue sementara ini?” “Aduh siapa ya? Gimana kalau cewek undian aja yang gantiin pekerjaan gue sementara?’ “Hah? Gila lu! masa kerja bawa istri. Nanti apa anggapan orang. Malah muncul gosip baru lagi.” “Dari pada lu ribet sendirian Man! Lagian kalau perempuan kan lebih gesit dan lues geraknya.” Ya,

