Ibarat perang, yang utama harus disiapkan adalah senjata. Hari ini, Didi tidak mau kehilangan kesempatan untuk mengenal Biren lebih dalam. Sepertinya dia harus mengorek sesuatu dari Bimo agar bisa membuat hati Biren terpikat. Gadis itu pun menghampiri sang manajer artis sekaligus asisten pribadi Biren yang sedang menunggu di taman. “Ka, boleh tanya gak? Tapi ini rahasia ya? jangan bilang-bilang lagi ke Akang.” “Sip, mau tanya apa sih?” “Tipe cewek idealnya akang Biren tuh seperti apa?” “Ya, kayak Mo ...” Bimo menggantung kalimatnya, gak mungkin kan dia bilang kayak Monalisa. Pasti itu melukai perasaan Didi. “Kayak apa ya? Pokoknya yang feminim, keibuan, lembut.” Feminin? Didi mengamati penampilannya lekat-lekat. Kaus gombrong, celana jeans bolong-bolong, rambut kuncir jarang d

