Kembar

1072 Words

Pagi datang seperti biasanya, hari ini Reres tengah sibuk melakukan rutinitas pekerjaan paginya. Menyiapkan Saga untuk berangkat bekerja. Saat ini ia tengah mengancingkan kemeja milik Saga. Saga menatap dengan senyum pada Reres. Senang sekali kemarin Reres meminta untuk dipeluk. Bahkan bahagianya masih terasa sampai saat ini. Reres mana tau rasanya jadi Saga? Sejak memeluk Reres kemarin dadanya terus saja berdebar, sisi-sisi bibirnya tertarik ke samping, jadi gemas sendiri semalaman. Mau sama Reres lagi, mau dipeluk Reres lagi, tapi Saga tak mau memaksa lagi. Ia merasa justru Res jadi seperti itu karena i tak memaksa. "Res?" panggil Saga lembut sekali. Reres menoleh. "Hmm?" Saga gelengkan kepala lalu tersenyum. Jadi malu sendiri karena Reres yang menatapnya . Aneh memang jika dipikirk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD