Bab 17

1463 Words

“Dasar gila, jadi mereka mempermainkan pernikahan yang sakral hanya karena harta warisan?” tanya Dion setelah Sandra selesai menjelaskan apa yang terjadi semalam. Tentang Fajar yang mabuk berat hingga membocorkan rahasia. “Aku seharusnya nggak terkejut, karena kita pernah menduga sebelumnya. Tapi tetap aja aku masih nggak habis pikir dengan cara mereka,” lanjut Dion. “Aku pun semalam kaget banget.” “Jadi sekarang Fajar masih tidur?” tanya Dion kemudian. Sandra mengangguk. “Dia masih terkapar di sofa, dan aku malas banguninnya. Jadi biarkan aja dia begitu. Dan lebih baik aku ke sini. Lagian aku punya janji mau nemenin kamu jalan-jalan seharian ini. Makanya aku datang pagi-pagi.” Dion tersenyum. “Thanks.” “Oh ya, aku rasa Mbak Nadia sama Mas Fajar kayaknya semalam bertengkar hebat deh.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD