RANDITA Ini hawa yang berbeda. Aku tidak menyukai tempat ini. Nggak seharusnya Deryl membawaku ke sini. Kenapa dia tidak membiarkanku mati saja, bukankah semuanya akan nampak mudah? Aku mendesah beberapa kali, mengamati perban yang ada di pergelangan tanganku. Aku gagal bicara dengan Revano, dan gagal mengantar nyawa ke ujung dunia. Apa aku harus bahagia karena selamat? Sama sekali tidak. Selamat artinya aku harus kembali menghadapi kehidupan yang rumit dan membuat kepalaku nyaris pecah. Sudah tiga hari ini aku menginap di salah satu ruang rawat inap VIP di salah satu rumah sakit swasta, dengan Deryl yang selalu setia menemaniku. Aku pikir dia akan marah setelah menemukanku berkubang darahku sendiri. Ternyata nggak. Dia terlihat prihatin. Terlebih ketika aku menceritakan soal ibunya

