PP-51

1744 Words

Nadien melangkahkan kakinya dengan lesu memasuki kediamannya dengan Daniel. Tunggu, mungkin bisa dikatakan, rumah Daniel. Karena sebentar lagi ia akan berpisah dengan Daniel sehingga ia tidak punya hak apa-apa lagi di rumah ini. "Sudah pulang, sayang? Nenek buatkan kamu coklat hangat, karena udara sedang sangat dingin. Mau kamu minum dulu, atau langsung mandi?" tanya Nenek ramah, seperti biasa. Nadien tersenyum. Selanjutnya, wanita itu segera menghampiri Nenek. Nadien duduk tepat di samping Nenek. "Nadien minum dulu, Nek. Sayang kalau Nadien tinggal mandi, nanti keburu dingin," balas Nadien yang kemudian segera meminum coklat buatan nenek Daniel itu. "Rambut kamu agak basah. Lihat! Pundak kamu juga. Kamu kehujanan?" tanya Nenek khawatir. Nadien mengangguk, "hanya sedikit. Tadi Nadien

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD