Daniel baru saja mengantar Karin pulang ke kediaman Nadien. Setelah ia masuk kembali ke dalam mobil, ia mengecek ponselnya yang sejak tadi sengaja ia mode silent. Ia menegakkan badannya ketika melihat banyak riwayat panggilan tak terjawab dari Nadien. Ada beberapa pesan berisi umpatan yang membuat Daniel semakin geleng-geleng kepala. Ia pun segera menghubungi wanita itu, agar tidak terjadi kesalah pahaman yang semakin rumit. "Halo," ujar Daniel. 'Berengsek kamu, Daniel!' Daniel memejamkan matanya ketika mendengar kalimat kasar itu dari wanita yang masih amat ia cintai itu. 'Kamu bawa ke mana anakku?' tanya Nadien, terdengar begitu menggebu. "Aku mengantarnya pulang. Sekarang dia sudah di rumah," jawab Daniel seadanya. 'Rumah siapa? Jangan bercanda atau akan aku laporkan polisi?' anc

