PP-44

1468 Words

Pagi menjelang. Daniel membuka matanya ketika cahaya matahari mengusik tidurnya. Hal pertama yang ia ingat adalah Nadien. Bibirnya tersenyum, ketika ia mengingat, semalam ia tidur dengan memeluk istri tercintanya itu setelah sekian lama. Tap Tap Kosong. Daniel membuka matanya lebar-lebar, badannya sedikit terangkat untung memastikan, apakah tempat di sampingnya benar-benar kosong. Apa semua hanya mimpi? Apa ia hanya terlalu berharap jika Nadien akan kembali padanya? Tapi rasanya sungguh nyata. "Nad," panggil Daniel. Tak terdengar sahutan. Daniel segera melompat dari atas tempat tidurnya untuk menuju kamar mandi. Mungkinkah Nadien sedang mandi? 'Cklek' Tidak terkunci. Dengan ragu, Daniel membuka pintu kamar mandi itu. "Nad," panggilnya pelan. Namun saja sama. Kamar mandi itu ju

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD