Kedatangan Flora kemarin membuat hubungan antara Nadien dan Daniel kembali renggang. Bahkan, rasanya Nadien sudah tidak sanggup lagi melanjutkan dramanya dengan Daniel di depan Nenek. Tapi ia bisa apa, ketika kesehatan Nenek menjadi taruhannya? Ia tidak mungkin berbuat ceroboh dan egois yang akhirnya akan merugikan orang lain. Terlebih itu wanita tua yang sangat mencintainya. "Nadien!" Nadien tersentak dan refleks langsung menoleh ke arah Nenek. "I.. iya, Nek?" tanya Nadien kaku. "Dari tadi kamu bengong, Nenek aja ngomong nggak nyahut. Lagi banyak pikiran, ya?" selidik Nenek. Nadien menggeleng cepat. Menampik dugaan itu. Ia tidak mau Nenek menjadi kepikiran dengan permasalahan yang ia hadapi kini. Terlebih, masalah itu berkaitan erat dengan keutuhan rumah tangganya dengan Daniel. "Na

