Pagi telah menyambut Sasa dengan sinar matahari. Ia nampak lesu dan tidak bersemangat sekolah. Gue harus bersikap gimana kalau bertemu dengan Alvaro? Batin Sasa gelisah. Sasa keluar kamarnya sudah siap dengan seragam dan perlengkapan sekolah. Ia berjalan menuju ruang makan dengan lesu. Duduk disamping Cia yang sedang minum s**u dengan semangat. Cia menoleh menatap Sasa yang duduk disampinya. Hanya menatap, tidak berkomentar dan melanjutkan minum susunya. Sasa mengela napas berat. "Kenapa Sa?" tanya Haris. "Ah gapapa yah," balas Sasa kikuk. "Ada masalah disekolah?" tanya Hanna. "Enggak bu, cuma lagi capek aja tugasnya banyak," alibi Sasa. "Semangat kak," kata Cia tersenyum menatap Sasa. "Makasih Cia sayangnya kak Sasa," balas Sasa sambil memeluk dan mencium pipi gembul Cia dengan

