"Woey bucin!" teriak Zanna dengan tiba-tiba disamping Avaro. "Apaan sih lo," dengus Avaro. "Tuh disuruh tante Hanna kesana," desis Zanna menunjuk ruang tamu. "Sabar aelah, ganggu aja," cibik Avaro. "By the way, suka gak sama kalungnya?" tanya Avaro tersenyum manis. Sasa mengangguk tersenyum. "Suka, makasih ya," Avaro mengangguk. "Sama-sama. Kalo sama aku?" tanyanya. Sasa mengernyit bingung. "Hah? Apanya?" "Suka enggak kalau sama aku?" Avaro mengatakannya lagi. "Gak," jawab Sasa jujur. Zanna tertawa penuh kemenangan. "Sukurin!!! Makanya kalau jadi bucin tuh sama orang yang belum punya pacar! Mau jadi pecaor lo?" ujar Zanna terkekeh. "Diem lo painah!" desis Avaro. "Nama gue Zanna, bukan painah. Nama bagus-bagus main ganti aja lo!" sarkas Zanna. "Pecaor apa Zan?" tanya Sasa tiba-

