Camilla dan Danieru masih saling pandang, setelah Camilla mengatakan Danieru terlihat bodoh, pria itu sama sekali tidak berkutik. Ia benar-benar diam, mencari apa yang bisa dibicarakannya dengan Camilla, dan mencari tahu apa Camilla akan mengeluarkan ucapan pedas nan menusuk lagi atau tidak. Sedangkan Camilla hanya menatap datar, wanita itu sama sekali tidak bicara, yang dinantikannya saat ini hanya Danieru segera meninggalkannya, dan mereka tidak punya urusan dalam hal pembicaraan. Ia sungguh tak ingin punya urusan dengan pria itu lagi, dirinya sudah tak ingin disakiti. Danieru merasa napasnya sesak, ia menggaruk kepalanya yang sama sekali tak gatal. “Enggg … anu … enggg … Nyonya Yama.” Camilla tersenyum, ia akan mendengarkan hal seperti apa lagi yang akan Danieru lontarkan. “Kenapa ti

