Chapter 31

1640 Words

Gea melihat anak nomor duanya memakai pakaian rumahan, itu tandanya sang anak tidak masuk ke kantor. "Bagus, kamu di rumah saja kalau masih tidak enak badan. Ambil libur hari ini dan sisa dua hari libur kamu habiskan di rumah, atau besok lusa kamu bisa pergi ke tempat wisata," ujar Gea ke arah Ghifan. "Iya, Ma," sahut Ghifan sambil mengangguk. Dia duduk di kursi makan. Gea melirik ke arah suaminya, "Sira nggak ke kantor lagi, main sama Ibu dan Aqlam." "Malah bagus. Lebih baik luangkan waktu untuk keluarga daripada pekerjaan. Dia selalu sibuk setelah diterima jadi PNS," balas Busran. Dia mengambil gelas s**u yang diberikan oleh sang istri lalu berkata lagi, "Setelah sholat jumat ayo kita pulang cepat ke rumah Ibu, kan aku sudah janji bawakan tempat sampah baru." "Hum," sahut Gea. Dia m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD