Angkuh & Arogan

802 Words
Setelah menenangkan putrinya, dan membuat bocah cantik berambut kuning itu kembali tidur, Sky lekas membersihkan tubuhnya, agar terasa segar, berharap pikiran ruwet yang sebelumnya mendera otaknya bisa sedikit tenang, meskipun itu bukanlah solusi untuk masalah Sky saat ini, karena penyebab semua itu adalah trauma dari masa lalu Sky. Trauma akan kehilangan separuh jiwanya. Sky duduk di kursi santai di balkon kamarnya, menghadap semburan surya yang tampak keemasan. Rasa hangat turut menyentuh tubuhnya, tapi tidak dengan hatinya. Hati itu masih saja terasa hampa dan kosong. Dingin dan penuh sesal. Sky sudah berusaha bernegosiasi dengan hatinya, mencoba mengabulkan permintaan Putri semaya wayangnya. Namun Sky tetap belum sepenuhnya yakin, sampai akhirnya satu fakta mengejutkan yang seolah memberinya harapan baru. Sky menarik cangkir kopinya, kepulan asap menyeruak masuk ke dalam indra penciumannya. Sedikit terasa melegakan dan detik berikutnya dering ponsel mengalihkan fokus Sky dari cangkir kopi itu. Sky menggeser layar ponselnya, menerima panggilan masuk yang baru saja menghiasi layar ponsel itu. "Ya halloo...!" Nada suaranya terdengar datar, ciri khas seorang penguasa yang elegan dan orang di seberang telepon langsung memberi hormat. "Selamat pagi Mr Sky. Saya ingin menyampaikan kabar jika target sudah menerima tawaran kerjasama yang kita tawarkan untuknya, lalu apa sekarang...? Apa Mr ingin saya mulai ke tahap selanjutnya, seperti yang sudah kita rencanakan kemarin?!" ucap orang di seberang telpon , tapi Sky hanya terdengar menghela nafas. "Tunggu. Biarkan mereka lengah dulu. Jangan sampai pergerakan kita terbaca dengan mudah oleh mereka!" tahan Sky. "Ooh baiklah. Sesuai perintah Mr." "Tolong bawa arsip itu kesini.Aku harus memastikan mereka benar-benar masuk perangkap kita!" pinta Sky, dan pastinya orang di seberang telpon langsung mengiyakan, dan selang beberapa menit, seorang laki-laki dengan setelan jas mahal datang dengan membawa berkas kerjasama yang sebelumnya dia bahas dengan Sky, menyerahkannya pada Sky. Sky menerimanya , dan melihat beberapa poin penting di arsip itu, lalu tersenyum, dan setelahnya meminta laki-laki itu keluar dari kamarnya. Ada senyum misterius yang begitu menakutkan terbit dari paras tampan Sky, berharap cara ini bisa membalikkan keadaan. Namun senyum itu segera pudar, berganti rasa nyeri di bilik hatinya, saat lagi dan lagi dia mengingat bagaimana Alexandra menolaknya dan membuatnya terlihat menyedihkan. Sky ingat dengan sangat jelas bagaimana Alexandra menolaknya kemarin, sebelum pesta pertunangan itu di gelar. Sky mencoba menawarkan pilihan kedua pada Alexandra , tapi Alexandra dengan sangat lantang dan tegas menolak permintaan Sky. Kilas balik... Beberapa menit sebelum pesta pertunangan Alexandra dan Lucas di gelar. Sky nekat menemui Alexandra, berharap Alexandra akan berubah pikiran, tapi hal itu sama sekali tidak terjadi "Selamat malam , nona Alexandra. Selamat atas pertunangan Anda!" ucap Sky ramah, tidak seperti biasanya, dengan senyum yang dia buat semanis mungkin. "Mr Sky. Apa yang Anda lakukan di sini?!" pertanyaan bodoh itu lepas dari bibir Alexandra, dan Sky kembali tersenyum. "Tentu saja aku datang untuk memenuhi undangan dari Tuan Gottardo. Apa lagi!" jawab Sky dan Alexandra langsung menoleh ke arah ayahnya. Tuan Gottardo hanya terlihat mengangkat gelas tingginya saat bertemu pandang dengan putrinya lalu mengangguk seolah mengerti arti sebuah tatapan dari putrinya itu. Sky lantas meraih dua bingkisan yang sudah dia siapkan untuk Alexandra, menyerahkan bingkisan itu secara langsung pada Alexandra , dan Alexandra meminta seseorang untuk menyimpan bingkisan itu. "Sebelum acara ini benar-benar berlangsung, aku masih ingin menawarkan penawaran ku yang kemarin, Nona. Dan akan ku pastikan kau tidak akan rugi, tapi justru akan untung banyak!" sarkas Sky pada Alexandra dan Alexandra langsung terkekeh, meremehkan. "Anda terlalu percaya diri Mr Sky. Anda tau jika aku bukan orang yang bisa di ajak bernegosiasi dengan samua tawaran Anda. Tidak akan!" tolak Alexandra tanpa ragu dan dengan kalimat yang sarkasme juga. Dia benar-benar angkuh di hadapan Sky, tapi Sky tidak merasa tersinggung, tapi justru merasa tertantang. Sky tersenyum. Benar-benar hanya bisa tersenyum, meskipun sebenarnya sisi egoisnya tetap lebih mendominasi. Setelah mengatakan itu Alexandra juga berlalu dari hadapan Sky, dan Sky tidak menahannya, karena acara pertunangan itu akan segera di gelar. Sky menatap punggung Alexandra, saat Alexandra naik ke atas panggung , dan Lucas, laki-laki yang akan bertunangan dengan nya itu juga sudah ada di sana. Untuk sesaat pandangan Sky bertemu dengan laki-laki itu, dan pertunangan akan segera di lakukan. Namun naas... sesuatu yang di luar dugaan Sky justru terjadi, saat laki-laki itu justru membuat satu permainan yang membuat Sky merasa sangat murka dan harga dirinya terasa di permainan. Saat dia benar-benar ingin menunjukkan cintanya pada Alexandra, Alexandra seolah mati-matian ingin menutup mata jika laki-laki yang dia cintai itu sebenarnya tidak mencintainya sama sekali. Tidak hanya itu... Kemarin saat Sky ingin menyelamatkan harga diri Alexandra yang di tolak secara kasar ketika melakukan poto prewedding dengan Sky yang justru melakukan sesi Poto dengan wanita lain , Alexandra justru kembali mengeluarkan kata-kata penolakan yang terdengar sangat kasar untuk di terima logika Sky, meski demikian Sky tidak ingin memaksa, lebih tepatnya, sisi arogan Sky masih belum mendominasi, dan Sky masih berusaha berpikir rasional.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD