Yang Kedua

2248 Words

Alexandra itu laksana orang gila yang tetap bertahan dan setia pada satu orang , padahal orang itu sudah berkali-kali dihancurkan hatinya , dan mentalnya dibantai habis-habisan. Bahkan di ujung usianya pun dia sama sekali tidak mendapatkan kesempatan untuk benar-benar bisa menghormati dirinya sendiri, hingga kadang penyesalan tak lagi mampu memeluk terasa bersalah itu dan hanya bisa dia genggam dalam balutan kehancuran. "Ooh Tuhan... Kenapa hidup ini sangat tidak adil untukku. Apa benar aku memang tidak layak mendapatkan kebahagiaan itu meski hanya setetes saja? Namun jika iya, kenapa kau juga merenggut kebagian orang lain melalui kebodohan ku. Kenapa... kenapa?!" teriak Alexandra dengan roh yang masih terkatung-katung. "Andai... Andai aku bisa memutar waktu... Aku tidak akan lagi terper

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD