"Buat apa sih Ray, lo ngaca terus?" Itu adalah keluhan Romi yang merasa jengah, melihat Raya hanya berdiri di depan kaca sambil menatap ke arah perutnya dengan takjub. "Rom, perut gue gede bener kan? Padahal baru tiga bulan" Raya berdecak. "Bima ini mah, kalau raksasa, yo raksasa sendiri aja. Ini pake ngajak anaknya jadi ikutan raksasa" Raya mengeluh, namun bibirnya menyungingkan senyum penuh sayang ke arah perutnya. "Enggak dimana-mana, bapakmu nyusahin gue mulu ya nak" Raya bergumam kecil. Sedangkan Romi yang melihat gadis itu dari atas ranjangnya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya takjub. "Kalau kangen sama bapaknya anakmu, yo pulang sana!!!" Ujar Romi nyengir. Raya berbalik ke arahnya. Ia memasang wajah tampang garang, namun terlihat lucu secara bersamaan. "Kagak ahh!!! Bi

