Mulai aktif

215 Words
Seminggu ini aku menjalani kehidupan diasrama pesantren. setiap pagi habis sarapan kami mengaji kitab melayu fiqih untuk pemula,tapi aku yang cenderung lambat dalam menerima pembelajaran sering terlambt keluar kelas.yusuf habis jam pelajaran,kamu harus tinggal dikelas belajar tambahan supaya kamu seimbang dengan yang lain !!kata ustadz jazuli."na'am ustadz" jawabku. seiring berjalan waktu ,tiga bulan berlalu dengan aku yang paling akhir keluar kelas .tapi tidak ad juga kemajuan pada diriku berbeda dengan teman-temanku yang lebih muda bahkan diantara mereka ada bisa lomat kelas.akhirnya ustadz jazuli menyerah dan sampailah ceritaku kepimpinan pondok. Dari Abuya(pengasuh pondok)aku dipanggil kekantor dewan guru supaya menghadap"abuya".yusuf fadhila ?banar itu namamu nak? kata buya. na'am buya itu nama pemberian orang tua saya. namamu indah tersirat untaian doa' dari orang tuamu, kamu tahu apa sebab kamu kupanggil kesini.na'am eh la ! .kenapa jawaban ada dua suf....? karena bisa yang saya pikirkan benar mungkin juga salah.artinya saya tidak tahu pasti. Benar jawabanmu suf !!! aku pun bingung mendengarnya.kemudian terdengarlah kekehann tawa buya membuyarkan kebingunganku.kamu tidak salah menjawab suf ..! karena kamu bukan cenayang kata buya lagi sambil tersenyum memperhatikanku yang masih saja bingung.nahkan itulah aku yang lambat dalam mencerna apa yang kudengar.sampailah buya bebera kali menegurku ketika beliau menyampaikan permintaannya terhadapku.apakah aku sanggup menerima amanat itu dan apakah amanat yang diberikan buya.silahkan baca dibab slanjutnya!!! ok??
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD