Malam hari di rooftop hotel tampak semakin ramai. Para muda-mudi dan beberapa keluarga kecil menikmati malam dengan kudapan yang begitu memanjakan lidah. Dua orang pria duduk beberapa botol minuman di tengah meja. Dua pria itu sama-sama sibuk dengan ponsel, saling bertukar kabar dengan kekasih hati mereka. “Menurut lo, kalimat gue tadi salah?” Pria dengan rambut tipis dan kaus biru dongker itu menangkat wajah. Dia mengangguk, ingat ucapan temannya sepuluh menit yang lalu. “Emang Rensha nggak tanya macem-macem ke lo?” “Lo lihat ini!” Verza menyodorkan ponsel keluaran terbarunya ke Varlo. Dia membiarkan Varlo mengamati sedangkan dia memakan steak yang beberapa menit yang lalu belum dia sentuh. Dari ekor matanya dia mendapati Varlo yang tersenyum. “Jelaslah. Lo ngomongnya ambigu,” jawab V

