44-Pindah Rumah

1530 Words

Bibir berlipstik merah itu tersenyum kepada siapa saja yang berpapasan dengannya. Dia melangkah ringan, beban yang akhir-akhir hinggap di dirinya entah hilang ke mana. “Seneng banget kayaknya.” Suara itu membuat langkahnya menuju kubikel terhenti. Rensha lalu menoleh menatap wanita berkaca mata itu. “Mbak, Ika!” pekiknya sambil mendekat. Kedua tangan Rensha memeluk Ika erat. “Udah sembuh, Mbak? Maaf ya aku nggak tahu Mbak kapan pulang dari rumah sakit.” Ika menepuk pundak Rensha beberapa kali. “Nggak apa-apa,” jawabnya sambil mengurai pelukan Rensha lantas melanjutkan. “Lo keliatan seneng banget. Ada sesuatu yang baik?” Rensha mengangguk semangat. “Udah nggak patah hati?” Selama beberapa detik Rensha hanya mengernyit. Dia hampir keceplosan bilang “papa mertua gue udah pulang”, berun

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD