“Hei, Anak Muda!” Pria berkemeja kotak-kotak biru itu menghentikan langkah. Dia menoleh ke sebuah ruangan yang dia lewati dan melihat seseorang berdiri di dekat pintu sambil bertolak pinggang. Pria itu menghela napas, menebak apa yang sebentar lagi akan terjadi. “Apa?” tanya Verza setelah berdiri di depan papanya itu. Firan mengamati anaknya yang seolah tidak memiliki kesopanan itu. “Puas ngerjain papamu?” “Puas apanya?” Verza menggeleng pelan, padahal tahu papanya mempersoalkan makan malam akhir pekan lalu. Hanya saja dia enggan membahas itu lenih dulu. “Nggak usah pura-pura. Kamu pikir mama kamu ngajak makan malam itu bercandaan?” tanya Firan dengan nada meninggi. “Papa sama mama nungguin kamu. Dihubungi juga nggak bisa!” “Verza nggak minta ditunggu. Verza juga nggak bilang, kan, k

