Naviza memilih duduk di pinggiran ranjang, dia belum bisa berhenti tersenyum sejak menyanggupi permintaan suaminya. Ada rasa bahagia yang berdesir dalam lubuk hatinya, meski kesadaran sepenuhnya memperingatkan dia bahwa pilihan ini sangat berbahaya. Instingnya mengatakan ini tindakan yang salah, jika mereka berdua sampai terdeteksi oleh agen mata-mata Zakaffa maupun Guldora, semuanya bisa kacau. Naviza sangat menyadari konsekuensi itu. ditambah lagi ini bukan waktu yang aman untuk melakukan pilihan ini, karena dalam hitungan jam kedepan, peristiwa besar akan dimulai. Peristiwa yang semoga bisa mengakhiri segala ketegangan ini. meski begitu, malam ini, dia tak ingin menolak ajakan Angkasa. mungkin Angkasa benar, ini adalah kesempatan terakhir mereka untuk menghabiskan waktu bersama, karena

