Naviza Pergi!

1222 Words

Naviza sudah mencapai garis pertahanan belakang pasukan tempur Zakaffa. yang dilihatnya kini hanya ribuan prajurit yang lelah dan terluka. Tandu pengobatan membludak, dan para tenaga kesehatan riuh dan panik. Dia turun dari kudanya, suasana ini membuatnya sedih. Melihat bagaimana rakyat dan prajuritnya kesakitan dan menjemput ajal dengan jalan yang sulit dan mengenaskan. air matanya meleleh tanpa ia sadar. Cepat-cepat dia hapus air mata itu dari pipinya. Matanya berkelana, meratapi setiap sudut tempat ini. dengan kesedihan penuh dan kemarahan pada diri sendiri yang belum juga berbuat apapun untuk membantu mereka. Pencariannya terhenti pada seorang prajurit dengan anak panah yang masih menancap di punggungnya. Orang itu masih meraung kesakitan, berteriak-teriak tapi belum juga mendapat p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD