Perang Sudah Mulai

1627 Words

Nam masih menarik tangan Naviza dan mengajaknya berlari menjauh dari bekas medan tempur itu sejauh mungkin. Tidak sempat Naviza mengatakan pada Nam, kalau sebaiknya mereka berkuda saja, daripada berlari seperti ini. Kesehatannya benar-benar sangat buruk hari ini. Mungkinkah karena lelah bertarung semalaman? Tidak tidur saama sekali atau karena luka gores di lehernya? Atau mungkin karena pertengkarannya dengan Angkasa yang membuat dirinya merasa sangat lelah dan lemah? Napasnya menderu lebih cepat dari biasanya. Detak jantungnya tidak stabil seperti biasanya. Kepalanya terasa pening dan pandangan yang mulai buram. “Nam..” panggilnya terlalu pelan. Nam menoleh sambil memelankan langkahnya, “Sedikit lagi, bertahanlah.” Jawab Nam, lalu dia melanjutkan dalam batinnya, “Kau sangat pucat, Ara.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD