Barat Bag 2

966 Words

Kembali ke waktu saat ini. Son berdehem, “Angkasa?” serunya pelan.  Dia melihat wajah Angkasa yang sedikit gugup kali ini. “sejak kapan kau tahu soal teknik dua pedang?” celotehnya mencoba mencairkan suasana. Angkasa menoleh kaku. Melirik Son dua detik tanpa menjawab, lalu melihat lebih jauh ke sisi kanannya, barisan panjang petarung-petarung Vocksar yang sudah siap menunggu komandonya, juga di sisi kirinya yang tak kalah tangguh. Kemudian dia meluruskan pandangannya lagi. dan menatap ke depan. Jantungnya berdebar cukup keras kali ini. Sementara suara-suara pertarungan semakin terdengar keras yang artinya, Guldora semakin memukul mundur Zakaffa. mereka hampir menembus garis batas. “Tidak ada jalan untuk mundur. Pilihan kita hanya satu, yaitu Menang!” ucap Angkasa tegas. Dia mencabut

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD