Nabila menggeser kain tirai kamarnya. Ia mengintip Anjani dari posisinya dengan kain tirai yang menutup seluruh tubuhnya. Matanya berakomodasi penuh agar ia dapat melihat setiap gerakan Anjani. Bel menggema di rumah Nabila. Ia masih bertahan pada posisinya. Terlihat satpam rumahnya buru-buru membuka gerbang besi bercat hitam yang tinggi itu. Satpam dan Anjani berbincang sejenak. Sang Satpam yang sudah lama mengenal Anjani, mempersilakan Sang Tamu untuk masuk ke dalam rumah. Dan Nabila masih tetap berada di balik jendela besar rumahnya. Ia tetap bertahan pada posisi itu hingga ketukan pintu kamarnya terdengar. Asisten rumah tangganya mengatakan bahwa Anjani datang untuk menemuinya. “Suruh nunggu sebentar, Bi. Setelah ini aku turun.” Jika ia masih mementingkan egonya bisa saja ia memi

