35

2055 Words

Seperti kitiran. Setiap pulang sekolah. Ah, tidak. Bahkan sesekali ketika di sekolah, ia mondar-mandir sambil bibirnya berkomat-kamit. Seperti ‘Mbah Dukun’ kata salah satu penyanyi. Sambil melangkah kesana kemari seperti kitiran yang berputar. “Nduk, kamu ini kenapa tho?” tanya Sukma heran. Berulang kali ia bertanya. Jawabannya pun sama. “Menghafalkan resep masakan, Bu.” “Buat apa?” heran Sukma. Kernyitan di dahinya semakin tampak jelas karena pengaruh kulit yang sudah mulai berkeriput dimakan usia. “Kan hari Minggu besok Anjani diajak mamanya Arsya masak, Ma. Anjani takut nggak hafal resepnya. Haduh, bisa dipecat jadi mantu idaman dong,” jawab Anjani. Kemudian ia melanjutkan berkomat-kamitnya. Sukma dibuat menggeleng karena tingkah Anjani. “Memangnya sudah berapa resep yang sudah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD