Ketenangan

1148 Words

Setelah lama terdiam mematung, akhirnya perlahan langkahnya pun mulai bergerak Kembali ke halaman Cafe senja, mendudukan tubuhnya di atas kursi roda. orang-orang yang tadi memperhatikan kini mereka terfokus kembali dengan kesibukan masing-masing, tidak mau mencampuri urusan orang lain karena urusan dirinya sendiri juga masih banyak yang belum diselesaikan. Wira menatap ke arah gelas yang berisi minuman yang tadi dipesan, namun tatapan itu hanyalah tatapan kosong karena pikirannya terus bergerak menari-nari mencari cara bagaimana supaya bisa keluar dari masalah yang sedang dihadapi. wajah Aluna kembali tergambar jelas di dalam benaknya, membuat sang CEO itu terlihat menarik nafas dalam kemudian menghempaskannya dengan pelan perlahan, tangannya mulai mengambil gelas minuman miliknya lalu m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD