Mendengar keterangan dari sahabatnya ,Wira pun terdiam kembali Dia menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi, matanya menatap ke arah depan yang terlihat orang berlalu Lalang keluar dari taman. Dalam hati kecilnya dia merasa menyesal sudah berbohong kepada Aluna, dengan berpura-pura cacat untuk mendapatkan cinta kakaknya. Namun sayang yang tertarik hanyalah adiknya, dan dia pun ikut tertarik mengikuti semua permainan. "Kenapa kamu malah diam, Apa kamu masih merasa berat untuk mengungkapkan kebenaran?" tanya Andi yang masih setia menemani. "Iya barusan aku meneleponnya. Awalnya aku mau berkata jujur tentang keadaanku yang sekarang. namun Entah mengapa lidah ini terasa kelu, seperti susah untuk diajak berbicara tentang kejujuran." "Terus Mau sampai kapan, mau sampai dia mengetahuimu

