EENENTWINTIG

1756 Words

Gelombang siswa yang berlari lebih dulu menuju gerbang sekolah sudah seperti air bendungan jebol. Di antara ratusan orang itu, Sagara dan Elio adalah salah satunya. Kali ini mereka kembali bertaruh, barang siapa yang paling akhir sampai di luar gerbang akan mentraktir makan siang si pemenang di hari berikutnya. Tubuh Sagara belum sepenuhnya pulih, bahkan bisa dibilang luka kemarin masih basah. Hanya saja, dia tidak mau menyia-nyiakan kesempatan bermain dengan adiknya ketika di sekolah. Alhasil ia menikmati taruhan ini dan menjadi pihak yang kalah. “Yuhuu! Makan siang gratis menanti!” Elio bersorak kegirangan. ‘Ya, iyalah. Yang menang lo, coba badan gue sehat. Pasti besok lu yang jatuh miskin!’ cibir Sagara dalam hati. Meski mengalah, Sagara tetap merasa kesal dengan kelakuan Elio

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD