Usai menghitung ulang jumlah uang di dalam kotak kecil, Elio tersenyum bangga. Dengan jumlah sebanyak ini, sudah lebih dari cukup untuk membeli sebuah jam tangan bermerek. Atau tas? Atau mungkin sepatu? Cowok itu mengangkat bahu, soal beli akan ia pikirkan nanti. Yang jelas hari ini dia sudah membawa semua uangnya. Sebuah rencana sudah tersusun rapi di otaknya. Hanya tinggal realisasi saja. “Shella!” panggilnya pada seorang siswi yang duduk di bangku depannya. Cewek yang dimaksud menoleh, sebenarnya ia sudah bersiap untuk meninggalkan kelas. Namun, panggilan Elio menghentikan langkahnya. “Kalau Paduka Elio memanggil, artinya sedang ada titah. Sekarang apa?” tanya gadis itu yang sudah paham kelakuan temannya. Usai memasukkan semua buku dan alat tulisnya, Elio bergegas mendekati Sh

