Makan malam di keluarga Pradita berlangsung seperti biasa. Beruntung ketika makan bersama Daffin tadi, Sagara tidak makan terlalu banyak. Cowok itu masih ingat, ketika malam Luna masih akan memasak untuk makan malam. Dia tidak mau jika sampai kekenyangan dan melewati makan malam buatan ibunya. Sepertinya biasa, si sulung akan membersihkan meja makan serta mencuci piring-piring kotor yang mereka pakai tadi. Sembari membasuh piring, pikiran Sagara melayang ke hal lain. Sejak sore tadi, dia melihat Elio terus-terusan menghindarinya. Ketika Sagara bertanya kenapa? Bocah itu hanya mengatakan bahwa ia sedikit sibuk, ada hal yang harus ia kerjakan. Padahal meski sibuk, Elio tak pernah mengabaikannya. “Salah gue apa, ya?” Sagara bermonolog. Sekeras apapun ia berpikir, tak ada jawaban yang

