Tiga puluh dua~

1232 Words

Ajakan Numa pada Shanum rupanya sungguh-sungguh. Selesai dengan urusan gaun, istri Ozkhan itu membawa Shanum ke rumah. Rumah bergaya klasik Eropa dengan tiga lantai itu membuat Shanum sempat ternganga karena takjub. Ini adalah kali pertama dia menginjakkan kaki ke rumah pribadi atasannya. 'Rumah Tuan Ozkhan indah sekali dan sangat besar.' Shanum membatin sambil melangkah memasuki area pintu utama. Pandangan perempuan itu terus mengedar ke seluruh penjuru rumah bercat putih gading. Ada beberapa pria berjas hitam yang berseliweran di sana. Shanum mengira jika orang-orang tersebut merupakan penjaga yang sedang bertugas. "Shanum," tegur Numa. "Ya?" Shanum menyudahi ketakjubannya untuk sementara. Di hadapan Shanum saat ini sudah ada dua orang pelayan yang berdiri di depan pintu, yang ukur

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD