Di kantor, Lidya bersikap biasa-biasa saja. Ia kembali kepada rutinitas padatnya dengan kertas laporan yang bertumpuk di mejanya. Seperti biasa ia akan menjadi wanita gila kerja. Dengan pekerjaan yang menumpuk karena sempat tertunda saat persiapan pernikahannya, tiga hari terakhir. Di sana sudah ada Yusuf yang siap membantu Lidya. Ia juga telah membagi semua laporan itu berdasarkan tanggal dan jenisnya. Selama setengah jam ia telah selesai memisahkan satu per satu map itu. Dari tempat duduknya saat ini, ia bisa melihat jelas wajah cantik istrinya itu. Wanita itu tampak serius mengetikkan jarinya di keybord komputer sambil sesekali mengecek kertas berwarna hijau di sebelahnya. Yusuf menyadari jika di saat wanita itu serius dalam bekerja, kecantikannya bertambah dua kali lipat. Tetapi, jik

