“Oke, jadi kenapa kita tiba-tiba dikumpulin?” Malam ini, Danita mendadak mengumpulkan rekan kerjanya di kantor alias CC serta Kiki di apartemennya. Fadli dan Reza sudah sempat sumringah, mengira bahwa sang puan berniat mengajak mereka mencoba beberapa koleksi anggur langka miliknya. Namun Danita bilang bahwa hari ini ia tidak berniat untuk mabuk, sebagai gantinya ia membelikan banyak sekali makanan untuk menjadi teman mengobrol. Danita yang sedari tadi hanya terdiam seraya memegangi sekaleng soda, tersadar dari lamunannya. Menyadari bahwa mata teman-temannya sudah terpaku ke arahnya. Sadar bahwa Danita tidak bisa mengulur kabar yang ingin ia sampaikan lebih lama lagi, sang puan menegakkan tubuhnya seraya menghela napas berat. “Selasa nanti Ditrian ngajak ketemu.” Suara tersedak disusul

