Ketika Iyan tiba di Oneiro Magazine, pria itu masih memasang ekspresi bingung. Ia datang seorang diri, meminta asisten pribadi yang biasa mengikutinya kemana-mana itu untuk tetap berada di kantor. Berjaga-jaga kalau ada urusan penting yang harus diselesaikan selama dia tidak berada di tempat. Iyan tidak tau apa yang diinginkan oleh Danita, hingga memintanya bergegas datang ke tempat kerja sang puan. Kejadian yang melibatkan Danita dengan keluarganya tempo hari, bukan hanya meninggalkan rasa malu namun juga segan. Iyan takut bukan main untuk menghubungi Ditrian, sebab tau bahwa sang kakak pasti marah besar karena kecolongan tunangannya dilukai oleh ayah mereka sendiri. Bukan hanya dilukai, namun juga melihat ‘kebobrokan’ dari keluarga mereka itu sendiri. Pria itu memandangi ponselnya. Mema

