Gurun pasir yang tadinya mencekam, kini terasa sedikit lebih ringan di bawah langit yang perlahan memudar dari ungu pekat menjadi nuansa abu-abu dan biru tua. Mereka telah berhasil melumpuhkan Sang Penguasa Ketiadaan, namun kemenangan itu terasa pahit. Bumi masih diselimuti kegelapan. Tepat saat mereka bersiap memulai perjalanan kembali, inti Ketiadaan Mutlak di tangan Senja tiba-tiba memancarkan cahaya keperakan yang aneh. Bukan cahaya yang agresif, melainkan lembut, seperti bisikan. Dan dari cahaya itu, sebuah gambaran samar muncul—sebuah wajah. Bukan wajah Sang Penguasa Ketiadaan, bukan pula wajah Nox, melainkan wajah yang sangat familiar, namun kini dipenuhi dengan kelelahan dan kesedihan yang mendalam. Itu adalah wajah Naga Astral, yang kini tampak sedang menderita, terperangkap di s

